Jokowi Upayakan Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM


Posted On Apr 1 2019 by

Jika beberapa tahun ini sertifikasi halal bagi para UMKM harus berbayar. Selama berpuluh-puluh tahun, para pengusaha kecil kesulitan untuk mendapatkan label halal dari MUI. Kini presiden jokowidodo membuat gebrakan baru, bisa cek disini mengenai sertifikasi halal gratis.

Pada dahulu kala, untukĀ  bisa mendapatkan sertifikat halal di Indonesia, sebuah perusahaan harus mengeluarkan uang minimal sebesar Rp. 2,5 juta. Besar biaya sertifikasi halal tersebut telah diungkapkan oleh Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat Obatan dan kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia yaitu Muti Arintawati. Beliau menyebutkan akan berbeda bedanya besaran biaya untuk mendapatkan sertifikat halal untuk setiap perusahaan. Muti Arintawati menambahkan biaya tersebut untuk satu sertifikat, dimana satu sertifikatnya akan dikeluarkan untuk satu kelompok produk yang sama. Isinya itu bisa terdiri berbagai macam produk.

Yang menentukan besar kecilnya biaya sertifikasi kehalalan itu ada 5 faktor yaitu ukuran perusahaan, kerumitan proses, banyaknya produk, jumlah bahan baku, dan jumlah pabrik atau outlet untuk restoran. Untuk melakukan pembayaran biaya sertifikasi harus dilakukan perusahaan setelah dinyatakan lengkapnya dokumen pendaftaran sertifikasi oleh MUI. Perusahaan tersebut bisa melakukan pendaftaran sertifikasi secara daring melalui situs e-Ippommui.org. Tetapi khusus untuk UMKM dimana pelayanan sertifikasi halalnya masih bisa dilakukan melalui LPPOM MUI tingkat Provinsi.

Muti Arintawati memberikan sebuah contoh jika sebuah perusahaan memproduksi makanan jenis mi instan dan snack, maka perusahaan tersebut harus mendapatkan 2 sertifikat halal yang berbeda. Masing masing sertifikat tersebut bisa digunakan oleh perusahaan tersebut untuk mi instan dan snack dari berbagai macam merk dan rasa milik perusahaan yang terkait.

Berikut daftar standar pembiayaan sertifikasi halal LPPOM MUI KEPRI diantaranya yaitu :

  1. Pembiayaan Sertifikat
  2. Level A yang merupakan industri besar, dimana akan dikenakan biaya sertifikat sebesar Rp. 2 juta hingga Rp. 3,5 juta. Biaya tersebut diluar biaya auditor, registrasi, majalah jurnal, dan biaya pelatihan.
  3. Level B yang merupakan industri kecil, dimana akan dikenakan biaya sertifikat sebesar Rp. 1,5 juta hingga Rp. 2 Biaya tersebut diluar biaya auditor, registrasi, majalah jurnal, dan biaya pelatihan SJH.
  4. Level C yang merupakan sebuah industri mikro atau rumah tangga, dimana akan dikenakan biaya sertifikat sebesar Rp. 1 Biaya tersebut diluar biaya auditor, registrasi, majalah jurnal, dan biaya pelatihan.

Dengan catatan :

  1. Kategori/level Pembiayaan sertifikat berdasarkan kepada :
  • Jumlah karyawan
  • Level A dengan jumlah karyawan sebanyak 20 orang lebih.
  • Level B dengan jumlah karyawan sebanyak 10 hingga 20 orang.
  • Level C dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang.
  • Kapasitas produksi
  • Omset sebuah perusahaan.
  1. Jika perusahaan memiliki outlet maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 200.000 untuk setiap outletnya.
  2. Jika adanya penambahan produk atau pengembangan usaha maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar :
  • Level A sebesar Rp. 150.000 untuk setiap produk.
  • Level B sebesar Rp. 100.000 untuk setiap produk.
  • Level C sebesar Rp. 50.000 untuk setiap produk.
  1. Untuk melakukan seluruh pembayaran Sertifikat dapat dilakukan dengan cara transfer melalui :

Bank Syariah Mandiri a.n LP POM MUI KEPRI, dengan no rek 7031111007. Penetapan pembiayaan ini berpedoman kepada SK 02/Dir LPPOMMUI/I/13.

Untuk masalah pelatihan SJH diwajibkan untuk semua perusahaan baik yang mendaftar baru atau yang akan melakukan perpanjangan. Pelatihan akan dilaksanakan selama 2 hari dengan biaya sebagai berikut :

  1. Perusahaan sebesar Rp. 1,2 juta untuk per orangnya.
  2. UKM sebesar Rp. 500 ribu untuk per orangnya.

Dulu ribet kan? Sekarang enak loh, kedepannya presiden Indonesia sedang mengupayakan agar label halal ini menjadi gratis dan mudah.

Last Updated on: April 1st, 2019 at 8:30 am, by penulis


Written by penulis


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *